Petani Desa Wangkelang Bangun Rumah Burung Hantu

Pemasangan Rumah Burung Hantu(RUBUHA) di Desa Wangkelang

 rubuha1PEMALANG – Balarubuhai pertanian Kecamatan Moga  Kabupaten Pemalang bersama-sama petani Desa Wangkelang membangun Rumah Burung Hantu (Rubuha). Hal itu untuk mengantisipasi munculnya hama tikus yang kerap menyerang lahan pertanian petani.

Pembuatan delapan belas Rubuha dilaksanakan secara bergotong royong antara petani, perangkat desa, BPP kecamatan termasuk TNI.

Bapak Saeri selaku pembimbing UPP Kecamatan Moga mengatakan dengan pembuatan Rubuha diharapkan dapat meminimalisir potensi serangan tikus. Pencegahan hama tikus dengan metode tradisional tersebut memang membutuhkan waktu cukup lama, namun hasilnya cukup efektif. ”Kalau melihat daerah lain pembuatan rubuha ini cukup efektif untuk mencegah hama tikus. Ini merupakan proses alami, tahap pertama burung hantu masuk dulu, nantinya burung hantu tersebut akan memangsa tikus-tikus yang ada di area persawahan,” jelas dia.

“Musuh alami tikus adalah ular dan burung hantu (Tyto alba). Kami mendukung upaya pembasmian hama tikus secara alami melalui pengembangan burung hantu,” katanya.

Pembimbing BPP Kecamatan Moga Bapak Seri menjelaskan burung hantu merupakan burung besar yang tidak bisa membuat sarang sendiri, sehingga harus dibuatkan sarang, nanti burung itu mencari sendiri rubuhanya. Menurutnya makanan burung hantu 99 persen adalah tikus. “Burung hantu jenis Tyto alba setiap malam dapat makan tikus 10 hingga 15 ekor tikus,” jelasnya.

Saeri melanjutkan bahwa burung hantu mampu mendeteksi tikus sejauh 500 meter serta mampu mendengarkan suara gerakan gerombolan tikus sejauh 12 kilometer. “Sepasang burung hantu mampu mengawasi lahan sawah sekitar 5 – 10 hektare. Daya jelajahnya sangat tinggi, sampai radius 12 km, waktu berburu setiap malam tidak peduli musim penghujan atau kemarau dan suara burung hantu saja sudah membuat tikus ketakutan” jelasnya.

Hama tikus seringkali menjadi momok para petani khususnya  yang tengah menanam padi. Pasalnya adanya hama tikus tersebut membuat panen gagal atau berkurang. Selama ini para petani Desa Wangkelang Kecamatan Moga Kabupaten Pemala ng kesulitan untuk mengatasi permasalahan ini karena minimnya jumlah musuh alami. Burung hantu merupakan musuh alami para tikus. Sangat efektif menekan pergerakan para  tikus di waktu malam hari. Kecepatan terbang burung hantu dan ketajaman matanya membuat para tikus bersembunyi dan tidak memakan padi. Alhasil lama-kelamaan tikus pun berkurang karena tidak berani keluar dari sarang untuk mencari makan, tidak mendapat karbohidrat sehingga tidk mampu beranak” pungkasnya.

 

Jika Bermanfaat Sebarkan Ini

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *